Bisakah Bahagia itu Sederhana?

Tidak mudah untuk menjawab pertanyaan ini, namun kami sangat ingin membahasnya, walaupun hanya secara ringan saja. Bahagia itu sangat sederhana, tapi dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, syaratnya juga sangat sederhana. Namun sederhana tidak selalu mudah. Mari, kami ingin sedikit menyinggung tentang beberapa hal sederhana yang akan mendatangkan kebahagiaan.

Kerendahan hati
Semua orang bercita-cita menjadi seseorang yang bahagia, namun tidak semua orang paham bahwa bahagia tidak selalu tentang kepuasan. Kerendahan hati yang perlu kita pelajari adalah kerendahan hati terhadap Dzat Yang Maha Kuasa, dengan cara meyakinkan diri bahwa semua yang kita miliki adalah titipan yang tidak bisa selamanya kita bisa pakai. Yakinkanlah diri kita bahwa semua yang ada pada kita sekecil apapun itu bisa kapan saja diminta kembali. Tidak terkecuali kesempatan hidup di dunia. Dengan demikian semua yang bersifat duniawi tidak lagi dominan dalam hidup kita, dengan kata lain kita tidak perlu kemewahan dan kelimpahan harta sebagai faktor utama penentu kebahagiaan

Introspeksi
Berbagai prestasi yang diraih dalam pendidikan, karier, dan dalam berbagai bidang lainnya terjadi karena latihan dan ijin dari Allah Yang Maha Kuasa. Sering sekali orang lupa bahwa takdir juga mempunyai peran besar dalam menentukan keberhasilan latihan yang telah kita jalani. Menghilangkan lupa akan takdir atas keberhasilan kita adalah bentuk introspeksi yang akan menenangkan hati yang congkak, bergejolak, menjadi pribadi yang tenang sehingga rasa iri akan kesuksesan orang lain tidak sempat hinggap dihati kita.

Mencari ketenangan hati
Bisa dikatakan ketenangan hati adalah semua hal yang orang cari didunia. Seorang kaya mencari harta (apapun caranya baik itu halal maupun haram) untuk memenuhi hajat hidup, ketenangan hati akan didapat setelah mendapatkan harta yang nantinya akan digunakan untuk memenuhi hajat hidup. Bagaimana dengan si miskin? Ketenangan hati dan bahagia juga merupakan hak si miskin. Hanya saja pencapaian bahagia ini perlu usaha yang berbeda, yakni dengan memahami syukur dan mengamalkannya. Yang terpenting bagi kita semua adalah tentang menunaikan apa yang telah menjadi kewajiban kita kepada Allah, yang telah dicontohkan caranya oleh RasulNya. Berbaik sangkalah kepada Tuhan sehingga ketenangan dan kebahagiaan lahir batin akan kita dapat.

Membiasakan diri dengan bersyukur
Bersyukur merupakan hal yang mudah dipahami, namun tidak pernah mudah dilakukan. Kita mulai saja dari yang ter mudah. Sebagai contoh, setiap kita bangun, dan telah tersedia bahan makanan untuk sehari maka kita sudah harus mengucap syukur. Ada banyak saudara-saudara kita yang mungkin nasibnya tidak se beruntung kita. Masalah nilai adalah masalah dimensi saja, saya pernah melihat beberapa anak kecil berenang di sungai dengan penuh tawa bahagia yang polos, di lain waktu kami juga menjumpai seorang anak berenang di kolam renang yang jauh lebih mewah dengan tawa yang sama. Punya target dalam hidup itu sangat penting, namun kita tidak perlu berekspektasi terlalu tinggi terhadap hidup tanpa menikmati setiap prosesnya. kita juga tidak perlu membandingkan diri kita dengan orang lain yang sudah pasti sama-sama dijamin rizkinya. Ini sangat perlu agar kita mudah mendapat kebahagiaan walaupun sederhana. Perlu di ingat bahwa syukur adalah yang termahal.

Belajar Sabar
Sabar juga sama rumitnya dengan syukur, banyak dari kita yang gagal dalam memelihara kesabaran. Banyak sekali faktor yang dapat menggugurkan kesabaran, seperti emosi, kelelahan, dan kurang fokus dalam belajar bersyukur. Tidak hanya bersyukur, didalam menghadapi cobaan hidup dan belajar tentang semua yang telah kita bahas diatas sabar juga sangat diperlukan.

Mencoba Ikhlas
Ihklas adalah sesuatu yang sulit untuk dilakukan, namun tetap saja bukan tidak mungkin dilakukan. Ikhlas adalah melakukan suatu kebaikan karena ketaatan kepada Allah dalam rangka mendekatkan diri kepadaNya, tanpa keinginan mendapat respon berupa pujian dari manusia. Dengan kata lain Ikhlas adalah membersihkan niat berbuat baik dari komentar manusia.

Jadi bagi kami intinya Bahagia bersumber dari mental yang selalu berorientasi positif, dimana di setiap waktu hati dan pikiran kita selalu berbaik sangka kepada Allah. Jadi bahagia yang sederhana sangat mungkit kita wujudkan.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *