Dampak Buruk Bully dan Cara Mengatasinya

  • Sudah banyak kita dengar melalui berbagai media, bahwa kasus bullying kerap terjadi di berbagai tempat dan situasi. Baik itu situasi kerja, kuliah, bahkan kerap terjadi di sekolah. Hal yang ingin kami sedikit ulas ini adalah bagaimana kita mengambil sikap sebagai mahluk sosial yang seharusnya membangun hubungan baik dengan sesama.

Mirisnya kasus bully atau bullying ini paling sering terjadi pada anak-anak usia sekolah, yang mana pada rentang usia ini mereka sangat banyak mendapat asupan pelajaran tentang moral dari sekolah. Ini memprihatinkan, bagaimana tidak, disisi lain pembentukan karakter menjadi insan yang baik di sekolah, harus terganggu dengan kasus-kasus amoral seperti bullying.

Bagaimanapun bullying disekolah atau dimanapun dapat memberikan dampak buruk bagi semua orang. Bahaya yang menjadi dampak dari bully tidak main-main, dari mulai terganggunya mental seseorang, stress, terganggunya proses belajar, korban menjadi murung, minder, rendah diri, kurang semangat dalam menjalani hidup, sampai dengan potensi dampak fatal seperti percobaan bunuh diri yang dapat dilakukan oleh korban.

Dilansir dari alodokter.com Tindakan bully tidak hanya terjadi ketika pelaku melakukan kekerasan secara fisik kepada korban, seperti memukul, menampar, atau menendang. Bully juga bisa dilakukan tanpa melakukan kekerasan fisik, yakni secara verbal seperti mengejek, memanggil seseorang dengan sebutan yang hina, menyebarkan gosip tentang korban, atau mempermalukan di depan banyak orang.

Di era teknologi seperti sekarang ini tindakan bully makin mudah terjadi, kerap dikenal sebagai cyber bullying. Pelaku cukup memakai media sosial untuk menjatuhkan korbannya, seperti menyebarkan teks, foto, atau video bertema negatif tentang korban.

Mengatasi bully
Lewat tulisan sederhana ini kami ingin utarakan kepada siapapun yang membaca bahwa bully ini bukan sesuatu yang keren dan sama sekali tidak mencerminkan atau kebaikan sedikitpun. Maraknya bullying kemungkinan diakibatkan karena pelaku ingin merasa lebih baik, lebih keren, lebih kuasa, dan lebih besar pengaruhnya dilingkungan setelah melakukan bullying kepada korban. Padahal seperti kita ketahi bersama orang besar atau orang yang berpengaruh adalah orang berfikir positif dan fokus kepada potensi yang bisa digali, bukan dengan menjatuhkan kawan atau rekan yang posisinya lebih lemah.

Perlu kita cermati biasanya korban bully ini posisinya lebih lemah dalam sebuah komunitas atau klompok, baik itu sekolah, kantor atau tempat kerja, atau dilingkungan pergaulan lainnya. Oleh karena itu kita harus membangun kepercayaan diri kita atau siapapun yang berpotensi menjadi korban bully dengan beberapa hal.

Bersikap tegas
Katakan jangan atau tidak kepada pelaku bully, hal ini adalah cara paling sederhana untuk membuat pelaku menghentikan perbuatan tersebut. Bersikap tegas merupakan langkah tegas pertama yang dapat kita lakukan apabila sedang menghadapi bully.

Hindari teman yang suka membully
Dengan menghindar dari orang tersebut kita juga akan mudah menghindar dari bully.  Berteman dan bergaul dengan siapa saja memang asik, tapi kita perlu menghindari pergaulan yang berpotensi buruk bagi kehidupan kita. Pilihlah teman yang memotifasi kita menjadi pribadi yang lebih baik.

Belajar ilmu bela diri
Kita bisa ajarkan taekwondo atau karate, atau olahraga beladiri lain agar membuat anak terlatih untuk menjaga diri sendiri. Jangan lupa tekankan pada anak bahwa pelajaran olahraga atau ilmu bela diri yang di pelajari tidak boleh digunakan sembarangan, melainkan sebuah petahanan diri yang dapat dipergunakan sesuai dengan waktu dan keperluan yang tepat.

Memperdalam pengetahuan Agama
Bagi kami mengetahui dasar-dasar kehidupan sebagai manusia sangat penting. Agama mengajarkan begitu banyak cara bersikap dalam menghadapi masalah atau beban hidup. Dengan belajar agama kita akan menerima pelajaran tentang bagaimana harus bersikap rendah hati terhadap sesama, rendah diri terhadap Pencipta, bersyukur dan ikhlas. Sehingga dapat mengubah orientasi hidup kita menjadi pribadi yang fokus terhadap pengembangan diri tanpa Perlu merasa iri pada rekan, teman, atau siapapun itu. Penanaman ilmu Agama untuk anak-anak juga dapat memberikan efek positif kepada mereka berupa pola hidup terorganisir dan kedisiplinan dalam menjalani hidup sehari-hari. Secara tidak sadar ini akan memupuk kepercayaan diri sehingga seseorang akan lebih siap menghadapi kemungkinan terburuk sekalipun dalam kehidupan, termasuk bullying.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *