Ditutup, 3 Media Sosial ni Dulu Pernah Booming.

Tumbuh di era 90-an membuat kami ingin sedikit bercerita dan bernostalgia. Rasanya baru kemarin kami melewati masa kecil yang bisa dibilang jarang dialami anak-anak pada masa sekarang, era kami adalah era bermain layangan, gasing, dan petak umpet di malam hari dan masih banyak lagi. Memasuki era 2000-an, era ini adalah era yang berbeda, dikenal sebagai era digital dimana seluruh dunia dapat terhubung dengan satu jaringan yakni internet. Internet mulai dikenal di masyarakat di awal 2000-an, berbeda dengan saat ini, konon dulu awalnya internet hanya digunakan oleh pemerintah khususnya militer di amerika. “Asal usul internet berasal dari penelitian pemerintah federal Amerika serikat pada tahun 1960-an untuk membangun komunikasi yang kuat dan toleran terhadap kesalahan dengan jaringan komputer” tidak diketahui pasti kapan mulai digunakan dan bagaimana internet bekerja pada waktu itu.


Kita tentu tidak lagi asing dengan berbagai macam media sosial. Saat ini bisa dibilang semua kalangan menggunakan atau mempunyai akun media sosial sendiri, mulai dari akun pribadi untuk sekedar sharing di status, berjualan, sampai digunakan untuk menyimpan foto pribadi atau seru-seruan saja. Namun demikian media sosial pun tidak luput dari pasang surut yang mereka alami, menurut beberapa sumber yang kami dapat, bahkan beberapa media sosial tidak dapat bertahan dan memutuskan untuk berhenti beroperasi.
Berikut adalah 3 sosial media populer yang pernah berjaya pada masanya namun akhirnya ditutup

1. Friendster


Siapa dari kalian yang gemar bermain jejaring sosial? Tidak sedikit dari kita aktif di jejaring sosial, berbagai manfaat yang bisa didapat membuat pengguna bisa betah ber jam-am didepan layar smartphone atau notebook mereka. Bahkan saking banyaknya pengguna aktif dari semua kalangan muncul lah fenomena “generasi merunduk”. Bukan merunduknya padi yang makin tua makin berisi ya, tapi nampaknya istilah itu merupakan istilah sindiran untuk kita semua yang doyan atau betah berlama-lama memandangi smartphone, entah itu dijalan, di tempat kerja ataupun dirumah. Adalah Friendster salah satu jejaring sosial tertua yang kini harus “tutup warung”. Persaingan dengan jejaring sosial baru yang bermunculan pada waktu itu disinyalir merupakan pemicu di tutupnya Friendster. Menurut kami Friendster adalah legenda, dimana masyarakat mulai belajar selfie walaupun dengan hasil seadanya karena dilakukan dengan kamera belakang dengan resolusi kamera yang minim, dan mungkin juga awal dari budaya kaum wanita perpose miring kepala. Friendster diluncurkan pada 22 Maret 2002 sebagai jejaring sosial pertama yang didirikan, namun sayangnya harus di tutup pada 31 Mei 2011. Selama beroperasi Friendster memiliki tidak sedikit pengguna, bahkan pernah menyentuh angka 115 juta pengguna.

2. MySpace


Walaupun nama MySpace tidak asing di telinga kami, namun nyatanya kami memang belum pernah bergabung atau semacam membuat akun MySpace sendiri. Setelah mempelajari MySpace dari berbagai sumber, akhirnya kami pun mendapat informasi mengenai mySpace secara umum. “MySpace merupakan jejaring sosial paling populer di amerika serikat pada tahun 2006-an yang didirikan oleh perusahaan news digital media milik news corporation” dulu MySpace dikenal sebagai jejaring sosial yang banyak digunakan para musisi untuk berkomunikasi dan mempromosikan karya-karya mereka kepada fans. Dia ambang kebangkrutannya pada tahun 2011 MySpace diakuisisi oleh Specific media, dan berganti penulisan huruf dari MySpace menjadi myspace.

3. Path


Beberapa tahun yang lalu kami sempat mencoba aplikasi Path di ponsel android. Aplikasi ini cukup menarik, rata-rata penggiat sosial media pernah mencoba membuat atau memakai aplikasi ini. Menurut pengalaman kami selama menggunakannya, Path memang menarik, fiturnya juga tergolong lengkap, komunikatif, modern, fungsional dan kekinian. Kami rasa Path ini sangat memanjakan penggunanya, atau siapa saja yang aktif di sosial media. Entah apa yang membuat kesuksesan path hanya seumur jagung, menurut informasi yang kami dapat, Path yang diluncurkan pada akhir 2010 harus undur diri dari dunia persosmedan di tahun 2019. Beberapa fitur yang menarik dari Path antara lain adalah mengunggah lokasi, mengunggah film dan buku, dan tentu saja mengupdate status serta mengunggah foto dan video. Tidak hanya itu, terdapat fitur tidur yang bisa diaktifkan dan diketahui dari akun lain, dan hanya akan bangun ketika diaktifkan dengan menekan tombol bangun pada akun kita.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *