Mendaki Salah Satu Spot Sunrise Terindah Dipulau Jawa

Liburan merupakan salah satu cara agar pikiran dan tubuh kita kembali fresh. Berlibur ke pantai atau mendaki gunung adalah salah satu bentuk liburan yang kini sedang marak dilakukan. Indonesia dikenal sebagai negara tropis dengan alam yang menawan. Bahkan banyak wisatawan mancanegara datang jauh – jauh ke Indonesia hanya untuk melihat kekayaan alam yang memang sudah dikenal keindahanya hingga ke seluruh dunia.
Berbicara tentang tempat wisata, ada satu kegiatan berwisata sekaligus berolahraga, yakni mendaki gunung. Beberapa waktu yang lalu kami menyempatkan untuk mendaki sebuah gunung kecil di kabupaten winosobo jawa tengah, dimana tempat ini kini sedang ramai diperbincangkan di medsos, tempat ini jg disebut – sebut salah satu spot terbaik di pulau jawa untuk melihat sunrise.

Perjalanan yang kami tempuh dari rumah ke lokasi jaraknya lumayan. Kami tidak bisa bilang dekat, tp tidak juga bisa dibilang jauh kami hanya perlu melewati satu kabupaten untuk menuju kabupaten tempat gunung perahu berada. Diperjalanan kami putuskan untuk mampir-mampir. Namanya juga piknik, jadi kami pikir sebisa mungkin harus Happy.

Hawa dingin mulai terasa sejak kami memasuki kabupaten wonosobo. Kabupaten ini merupakan kabupaten dimana dataran tinggi dieng dan gunung prau berada. Untuk pendaki yang ingin berhemat, gunung prau dapat menjadi solusinya. Harga tiket yang kami bayar untuK tergolong murah, yakni hanya 25k saja.

Orang – orang menyebutnya gunung prau atau Perahu. Entah karena gunungnya yang mirip sebuah perahu yang terbalik, atau ada sebuah cerita dibalik namanya yang masih menjadi sebuah pertanyaan.

Menurut banyak cerita yang beredar, gunung ini dinamakan Gunung Prau karena jika dilihat dari atas maka bentuknya memang mirip dengan perahu. Ditambah dengan lembah disrkelilingnya yang mirip dengan ombak.
Asal-usul nama Gunung Prau juga tak lepas dari mitos yang mengatakan bahwa di dalam gunung ini terdapat sumber air yang begitu melimpah ruah. Maka banyak yang meyakini hal ini, karena seperti yang kita tahu bahwa di kawasan dataran tinggi Dieng terdapat begitu banyak telaga dan sumber mata air. Tapi sejujurnya kami tidak menemukan mata air di sepanjang jalur yang kami lewati. Entahlah…

Gunung Prau menjadi salah gunung terfavorit di Jawa Tengah. Tak hanya punya pemandangan yang cantik, jalur pendakian Gunung Prau juga tak terlalu sulit untuk dilalui pemula. Hanya dengan mendaki rata-rata tak lebih dari 3 jam, kita sudah bisa mendapatkan pemandangan yang luar biasa indahnya. deretan gunung tampak berjejer megah, mulai dari Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Merapi, Gunung Merbabu, dan Gunung Lawu dengan bongkahan awan yang beriring dibawahnya.

Ada beberapa pilihan jalur yang bisa di tempuh, sebut saja Wates, Dieng, Patak banteng, dan Kali lembu yang merupakan jalur yang paling umum dipakai para pendaki. sebetulnya ada beberapa jalur lagi yang lain, namun hari itu kami putuskan untuk melewati jalur Kali lembu dan Patak banteng.

Kalilembu
Waktu menunjukkan pukul 23.00 WIB, perjalanan malam itu kami putuskan untuk memulai pendakian via kali lembu. Masuk ke area basecamp kalilembu, disambut parkiran sepeda motor yang cukup luas, kami tidak begitu sulit untuk mendapatkan tempat parkir roda dua. Menurut warga sempat parkiran akan penuh ketika week end atau masa liburan, sampai-sampai untuk mendapatkan parkiran kendaraan roda empat kita harus menunggu bergantian dengan pengguna roda empat yang lain.

Perjalanan dimulai, yang kami lewati dia awal perjalanan adalah gang kecil pemukiman warga setempat. Berbekal selembar peta kami lanjutkan pendakian melewati pemukiman warga menuju area perkebunan warga, jalan tanah yang mulai menanyak menyambut kedatangan kami. Beruntung kami mendapatkan cuaca yang cerah, mengingat kami lupa membawa mantel hujan.

Tidak berapa lama kami mulai memasuki hutan, kami disambut oleh jalur tanah setapak yang sedikit menanjak dan didominasi dengan pepohonan dan rerumputan. Sembari berjalan kami isi perjalanan dengan obrolan ringan dan candaan yang membuat perjalanan semakin seru.

Karena walaupun kami dihadiahi langit cerah sedikit berbintang, ini adalah perjalanan malam, tidak banyak pemandangan alam yang dengan jelas dapat kami lihat. Jalan mulai sedikit terjal, jalan tanah setapak ber akar mendominasi perjalanan kami sekarang. Beberapa kali kami ber istirahat sampailah kami di sebuah papan yang bertuliskan bukit pandang. Kami putuskan untuk beristirahat sejenak sembari memandang perbukitan asri yang pasti lebih indah di siang hari.

Bukit Teletubbies
Perlahan tapi pasti kami mulai memasuki padang rumput. Keluar dari hutan mumbuat kami lebih semangat menyambut suasana pegunungan dengan hamparan rumput yang luas. Kami yakin disini lebih indah di saat siang hari. Para pendaki mengenalnya dengan sebutan bukit Teletubbies. Mungkin karena perbukitan yang mirip dengan bukit di serial TV anak teletubbies.

Prau 2590 MDPL
Akhirnya kami temukan puncak gunung ini, ada satu papan yang menunjukkan bahwa titik itu adalah puncak gunung Prau dengan tinggi 2590 MDPL. Walau tidak terlalu tinggi tapi kami sangat senang. Sayangnya pendaki tidak diperkenankan mendirikan tenda di area tersebut.

Sunrise terindah

Kami putuskan untuk melanjutkan perjalanan ke perkemahan yang menjadi tujuan kami sedari awal. Ternyata di tempat ini berjubel pendaki yang sudah terlebih dulu mendirikan tenda. Tidak selang berapa lama kami menemukan spot kecil yang strategis. Dititik inilah kemudian kami mendirikan tenda, waktu menunjukkan jam 03.30 WIB dan itu artinya tidak ada waktu untuk tidur. Kami coba lelapkan mata, namun tak pernah berhasil lama. Suhu sewaktu subuh menunjukkan kurang lebih 3°C, suhu yang kurang tepat untuk membuka tenda, namun ditengah penasaran kami coba intip keluar, dan menemukan pemandangan yang merupakan tujuan kami mendaki. Semburat Orange dan biru yang memanjakan mata membuat kami kehilangan rasa kantuk.

 

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *