Perlunya Membatasi Akses Internet untuk Kita dan Anak-Anak

Sebagaimana kita ketahui bersama teknologi informasi dan media kini tengah mengambil peran penting pada seluruh sendi kehidupan. Berbagai manfaat bisa kita dapatkan dari kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi informasi berbasis internet. Bahkan banyak berbagai informasi menarik yang dapat memberikan manfaat untuk kehidupan kita seperti tips-tips menarik dan artikel yang memberikan wawasan positif bagi kita semua, tidak hanya itu berbagai catatan yang dapat dijadikan panduan pendidikan anak juga merupakan salah satu manfaat yang ditawarkan.

Sayangnya teknologi informasi berbasis internet juga acap kali disalah gunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Berbagai tayangan dan konten yang dapat memberikan efek negatif juga sangat mudah diakses oleh kita pengguna internet lewat berbagai platform dan aplikasi. Efek negatif bagi masyarakat luas khususnya anak-anak harus menjadi perhatian khusus bagi kita semua. Karena kemudahan mengakses situs atau platform dengan program dan tayangan tak pantas telah menjadi celah bagi pornografi dan perjudian masuk di kehidupan kita.

Fenomena Judi Online
Walau bagaimanapun judi merupakan permainan yang tidak legal di Indonesia, telah bersama kita saksikan kebangkrutan penjudi di lingkungan kita. Alih-alih membuat kapok, kekalahan pada permainan judi malah membuat mereka semakin penasaran dan keranjingan. Berbagai macam permainan mulai dari roulette sampai poker turut menjadi cover perjudian online. Judi online kini lebih digemari karena lebih mudah dilakukan kapan saja dan dimana saja, sepanjang ada sinyal di tempat tersebut judi ini dapat dengan mudah diakses oleh semua pecandu judi.

Tidak hanya pecandu, para pemula yang baru dalam tahap mengenal dan coba-coba juga ikut meramaikan fenomena permainan judi online. Iming-iming mendapatkan keuntungan dari memenangkan permainan judi adalah faktor utama penyebab menjamurnya permainan terlarang tersebut. Telah banyak kita dengar korban dari kecanduan permainan judi yang akhirnya bangkrut dan kehilangan banyak uang dan harta secara sia-sia.

Dampak lain dari sisi psikologi juga dialami oleg pecandu judi online, yang mana mereka secara tidak sadar sebetulnya mengalami perasaan was-was karena telah bermain-main dengan uang atau harta yang bisa kapan saja lenyap karena kekalahan. Tingginya kasus depresi pada penggiat judi yang diakibatkan kebangkrutan yang menyengsarakan. Bahkan tingginya angka kasus bunuh diri karena kekalahan dan kebangkrutan dalam berjudi menjadi bukti buruknya dampak yang ditimbulkan.

UU Informasi dan Transaksi Elektonik (ITE) menjadi cara pemerintah untuk memberangus kegiatan haram tersebut. Pada pasal 27 ayat (2) yang berbunyi “Setiap orang sengaja dan tanpa hak mendistribusikan, mentransmisikan, atau membuat dapat diaksesnya Informasi atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian”. dalam pasal 45 UU ITE yaitu pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan / atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Pornografi
Banyak orang yang mengabaikan dampak pornografi, konon efek negatifnya lebih besar daripada narkoba dalam hal merusak otak. Kabar buruknya lagi, pecandu pornografi juga lebih sulit dideteksi daripada pacandu narkoba.

Menurut informasi yang kami dapat, seseorang yang ketagihan pornografi merasakan hal yang sama dengan pecandu narkoba, yaitu menginginkan produksi dopamin dalam otak secara terus-menerus. Tapi pecandu pornografi bisa memenuhi ‘kebutuhan’ barunya dengan sangat mudah dan murah, kapan pun dimanapun, bahkan semua sudah dalam genggaman yakni melalui ponsel pintar. Menjadikan ketergantungan ini akan lebih sulit dideteksi dan diobati ketimbang adiksi narkoba.

Pada kehidupan orang normal, otak akan merangsang produksi dopamin dan endorfin, yaitu suatu bahan kimia otak yang membuat rasa senang dan merasa lebih baik. Dalam kondisi normal, zat-zat ini akan sangat bermanfaat untuk membuat orang sehat dan menjalankan hidup dengan lebih baik. Tapi dengan pornografi, otak mengalami hyper stimulating atau rangsangan yang berlebihan, sehingga otak akan bekerja dengan sangat ekstrem dan kemudian mengalami kerusakan.

Bahaya Pornografi untuk anak

Pornografi juga dapat merusak kepribadian dan otak anak, tepatnya pada salah satu bagian otak depan yang disebut Pre Frontal Cortex atau PFC. Bagian PFC yang ada di otak anak belum matang dengan sempurna. Jika bagian otak ini rusak, anak akan mengalami kesuliran berkonsentrasi, kesulitan memahami benar dan salah, tidak dapat berpikir kritis, sulit menahan diri, sulit menunda kepuasan, dan sulit berfikir Visoner.

Yang lebih mengerikan dari kerusakan otak adalah keinginan untuk mencoba dan meniru. Ini berkaitan dengan terpengaruhnya mirror neuron. Mirror neuron adalah sel-sel otak yang mampu membuat anak seperti merasakan atau mengalami apa yang ditontonnya, termasuk pornografi. Hal ini dapat mendorong anak untuk mencoba dan meniru serta menganggap apa yang pornografi yang ditonton adalah hal yang wajar untuk dilakukan. Oleh karenanya semua anak harus mendapatkan bimbingan dan kasih sayang yang maksimal dari orang tuanya.

Semoga catatan kecil diatas dapat membuat kita para orang tua dapat belajar untuk memberikan filter kepada kita secara pribadi dan yang lebih penting kepada anak-anak kita sebagai calon penerus bangsa.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *