Tetap Optimis Hadapi Wabah Covid-19, Manusia Sudah Pernah Melewati Wabah yang Lebih Menyeramkan

Saat ini kita sedang bersama-sama menghadapi wabah atau pandemi COVID-19, dimana semua kegiatan sehari-hari seperti bekerja, sekolah, berbelanja, bahkan melakukan hobi harus dilakukan secara hati-hati dan juga waspada. Ada banyak cara atau metode untuk menghindari penularan wabah ini, pemerintah juga tengah berupaya mengatasi pandemi dan juga ‘side effect’ atau dampak yang menimpa hampir seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Tidak hanya di Tanah Air diberbagai negara dan belahan dunia lainnya, berbagai macam cara juga dilakukan untuk menghentikan pandemi COVID-19. Namun sebelum terjadinya pandemi ini, berbagai wilayah di dunia juga pernah menghadapi wabah atau pandemi yang tidak kalah mengerikan. Berikut beberapa wabah besar yang pernah melanda:

1.Flu Babi
Pandemi flu ini dikenal saat itu sebagai flu babi yang terjadi pada tahun 2009. Virus ini adalah varian dari H1N1, jenis infeksi serupa yang menjadi penyebab Flu Spanyol pada 1918 yang menjadi wabah mengerikan yang serius.

Flu babi diperkirakan telah menewaskan sedikitnya 285.000 sampai 580.000 orang. Saat itu, di AS terdapat 3.000 kasus kematian dari 113.690 kasus terkonfirmasi. Menurut informasi, sebanyak 20% dari populasi manusia di Bumi terinfeksi virus H1N1 ini.

Varian lain pada virus serupa juga pernah mewabah. epidemi flu Asia pada tahun 1958 dan 1968, yang menyebabkan jutaan kematian di seluruh dunia. tetapi secara keseluruhan mengakibatkan jumlah kematian yang lebih rendah.

2.HIV atau AIDS
Diduga virus ini pertama kali muncul pada primata di Afrika pada 1920-an. Saat ini, sekitar 40 juta orang saat ini terinfeksi HIV dan 35 juta telah meninggal karena keganasan AIDS sejak virus itu teridentifikasi.

AIDS pertama kali dilaporkan secara klinis pada 5 Juni 1981, dengan lima kasus di Amerika Serikat. 771 kasus telah dilaporkan di AS. 618 korban meninggal pada akhir 1982

Sub Sahara Afrika tetap merupakan daerah yang paling parah terkena wabah ini. Sekitar satu dari empat kematian di Afrika Selatan dan Botswana pada 2017 disebabkan oleh HIV / AIDS.

meskipun sekarang ada perawatan yang dapat memperlambat perkembangan kondisi dan memungkinkan penderita untuk hidup dalam usia yang hampir normal. Tidak ada obat atau vaksin yang diketahui untuk mengatasi keganasan virus ini

3.Cacar
Cacar menjadi satu-satunya penyakit menular pada manusia yang telah diberantas atau teratasi. Penyakit cacar telah menewaskan sedikitnya 300 juta orang pada abad ke-20. Sebelum dihilangkan oleh program vaksinasi yang merupakan program serius yang sukses pada pertengahan 1960-an, penyakit cacar ini diketahui sudah ada sejak berabad-abad yang lalu.

Terdapat informasi dari sebuah penelitian, telah terdeteksi dalam sampel jaringan yang diambil dari mumi-mumi Mesir kuno, dan pada abad ke-18 sekitar 400.000 orang Eropa per tahun meninggal akibat penyakit ini dengan banyak lagi yang dibiarkan buta atau cacat.

4.Black Death (maut hitam)
Wabah yang dikenal dengan Kematian Hitam, yang melanda Asia dan Eropa pada 1340-an dan 1350-an, Black detah adalah salah satu pandemi paling ganas dan mengerikan dalam sejarah manusia. Karena mengakibatkan kematian sekitar 75 sampai 200 juta korban.

Para sejarawan percaya, konon penyebaran dimulai di suatu tempat di China, melalui sepanjang Jalur Sutra yang menyebar melalui Krimea ke Eropa.

Populasi dunia pada saat itu diperkirakan sekitar 475 juta, dan Black Death mengurangi jumlah itu menjadi sekitar 350 juta.

Butuh 200 tahun bagi populasi dunia untuk bangkit kembali ke level sediakala. Sejarawan Norwegia Ole Benedictow memperkirakan jumlah kematian yang diakibatkan mungkin lebih parah.

“Data tersebut cukup luas dan banyak sehingga kemungkinan bahwa maut Hitam menyapu sekitar 60 persen dari populasi Eropa,” ungkapnya.

‚ÄúSecara umum diasumsikan bahwa ukuran populasi Eropa pada saat itu adalah sekitar 80 juta. Ini menyiratkan bahwa sekitar 50 juta orang meninggal karena wabah Black Death.”

5.Flu Spanyol
Diduga Flu Spanyol ini berasal dari kamp penempatan pasukan di Prancis. Menurut informasi sejarawan Mark Humphries berspekulasi bahwa 96.000 atau lebih pekerja dari Tiongkok yang dipekerjakan untuk menggali parit untuk pasukan Inggris dan Perancis mungkin menjadi sumber penyakit ini.

Pada1918, usai perang yang menghancurkan Eropa, Virus Flu Spanyol yang merupakan varian dari H1N1 ini muncul. Virus Ini menginfeksi 500 juta orang di seluruh dunia, termasuk beberapa daerah paling terpencil. Jumlah manusia yang menjadi korban tewas diperkirakan telah mencapai setidaknya 50 juta sampai 100 juta. Diberitakan Sekolah dan teater ditutup selama tahun 1919 dan 1920, beberapa digunakan menampung mayat sementara. Hingga saat ini Flu Spanyol tetap menjadi
Epidemi paling mengerikan sepanjang sejarah.

6.Wabah Justinian
Antara 25 dan 50 juta orang tewas selama dua abad wabah berlangsung, jumlah kematian yang setara dengan hampir seperempat populasi dunia pada saat wabah pertama.

Jumlah sebenarnya dari mereka yang terbunuh oleh Wabah Justinian mungkin tidak akan pernah diketahui, diyakini oleh para sejarawan sebagai salah satu pandemi paling mematikan yang pernah ada.

Wabah Justinian ini berasal dari China. Ini adalah wabah pes pertama kali mencapai Eropa sekitar tahun 540 Masehi. Penyakit ini menyerang di seluruh belahan dunia dan benua selama hampir 200 tahun dan diperkirakan telah menyebabkan populasi Eropa turun sekitar 50 persen dari waktu ke waktu.

Penulis sejarah Yunani Procopius menulis, pada puncaknya wabah itu menewaskan 10.000 orang per hari di Konstantinopel. Bahkan dikabarkan tidak ada ruang untuk menguburkan mayat, mayat-mayat ditumpuk di jalanan ungkapnya. Penduduk kota takut mengubur kerabat mereka, dan seluruh kota ‘berbau seperti kematian’ yang mengintai setiap saat.

sumber :

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Wabah

https://health.grid.id/read/352006158/6-wabah

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *